Jalan Perumnas No.7 Condongcatur Depok, Sleman, Yogyakarta

081 226 888 844

KETIKA ORANG-ORANG BAIK MULAI MERASA BERJUANG SENDIRI


KETIKA ORANG-ORANG BAIK MULAI MERASA BERJUANG SENDIRI

Melemahnya Jiwa Korsa berakibat fatal pada Produktifitas Tim

 

Di banyak kantor hari ini, masalah terbesar sebenarnya bukan kurangnya orang pintar.

Bukan juga kurangnya aturan.Bahkan kadang bukan kurangnya fasilitas.

Tetapi mulai melemahnya rasa satu perjuangan.

Orang-orang datang bekerja, menyelesaikan tugas, menghadiri rapat, membuat laporan, melayani masyarakat, mengejar target. Semua terlihat normal. Namun diam-diam ada banyak hati yang lelah.

Lelah bukan karena pekerjaan semata.

Tetapi karena merasa berjalan sendiri.

Hari ini banyak pegawai menghadapi tekanan yang tidak ringan. Tuntutan kerja meningkat, ritme pelayanan makin cepat, kesalahan kecil mudah viral, sementara masalah pribadi dan ekonomi rumah tangga juga ikut menekan pikiran. Dalam situasi seperti ini, manusia sebenarnya membutuhkan satu hal penting: merasa tidak sendirian.

Sayangnya, yang sering terjadi justru sebaliknya.

Komunikasi mulai dingin.

Orang makin sibuk dengan urusannya sendiri.

Ada yang takut disalahkan, ada yang memilih diam, ada yang mulai berpikir, “Yang penting saya aman.”

Padahal sebuah instansi tidak dibangun hanya oleh sistem kerja. Ia dibangun oleh rasa saling menjaga.

Karena itu semangat korsa bukan sekadar simbol kekompakan. Bukan sekadar yel-yel atau foto bersama saat acara resmi. Semangat korsa adalah energi psikologis yang membuat manusia tetap kuat menjalani tekanan pekerjaan bersama-sama.

Kita perlu jujur mengakui, banyak konflik kerja hari ini sebenarnya lahir bukan karena orang tidak mampu, tetapi karena rasa keterhubungan mulai menurun.

Ketika seseorang merasa sendirian, ia menjadi lebih mudah sensitif.

Ketika seseorang merasa tidak didukung, ia mulai defensif.

Ketika seseorang merasa tidak dihargai, semangat kontribusinya perlahan turun.

Dan jika suasana ini dibiarkan terlalu lama, maka yang melemah bukan hanya individu, tetapi kultur kerja seluruh tim.

Padahal pelayanan publik tidak pernah bisa dikerjakan sendirian.

Satu bagian terlambat merespon, bagian lain ikut terdampak.

Satu komunikasi yang tidak tuntas, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan.

Satu sikap saling menyalahkan, energi kerja satu ruangan bisa berubah menjadi berat.

Itulah mengapa semangat korsa menjadi penting di tengah situasi kerja hari ini.

Karena manusia yang merasa ditemani akan lebih kuat menghadapi tekanan.

Manusia yang merasa dihargai akan lebih mudah menjaga tanggung jawab.

Dan tim yang masih memiliki kepedulian akan lebih tahan menghadapi tantangan.

Semangat korsa juga bukan berarti semua orang harus selalu sepakat. Bukan berarti tidak boleh berbeda pendapat. Justru dalam tim yang sehat, perbedaan tetap ada. Namun yang dijaga adalah tujuan bersama dan cara saling memperlakukan.

Kita mungkin tidak bisa memilih semua rekan kerja sesuai keinginan hati. Tetapi kita tetap bisa memilih sikap untuk menjaga suasana kerja agar tetap manusiawi.

Kadang bentuk semangat korsa bukan sesuatu yang besar.

Bisa jadi hanya:

•            membantu teman yang sedang kewalahan,

•            merespon komunikasi dengan baik,

•            tidak mempermalukan rekan kerja di depan umum,

•            menjaga nama baik instansi,

•            atau tetap memberikan energi positif meski sedang lelah.

Hal-hal kecil seperti inilah yang justru sering menyelamatkan semangat satu tim.

Di era hari ini, dunia sedang mengalami krisis kepedulian. Banyak orang cepat menghakimi, mudah marah, mudah menyalahkan, tetapi lambat memahami keadaan orang lain. Karena itu tempat kerja membutuhkan lebih banyak manusia yang mau saling menopang, bukan saling menjatuhkan.

Sebab pada akhirnya, kantor yang kuat bukan kantor yang tidak punya masalah.

Tetapi kantor yang orang-orangnya masih punya rasa satu perjuangan.

Masih mau peduli.

Masih mau menjaga.

Masih mau mengingat bahwa di balik seragam, jabatan, dan target kerja, setiap manusia tetap membawa lelah dan perjuangannya masing-masing.

Mungkin kita tidak bisa menghilangkan semua tekanan pekerjaan hari ini.

Tetapi setidaknya kita bisa memastikan satu hal:

Jangan sampai ada teman seperjuangan yang merasa berjuang sendirian.

 

 

#Productifitas Specialist

#Isnurin Bonowiyati

#Ardhana EO Training dan Outing

#Ardhana Out Bound Jogjakarta


Bagikan postingan ini
Hubungi Kami Via Whatsapp