Jalan Perumnas No.7 Condongcatur Depok, Sleman, Yogyakarta

081 226 888 844

Melihat Spion Secukupnya


Melihat Spion Secukupnya

 

          Beberapa waktu lalu saya mengemudi cukup jauh. Jalanan tidak terlalu ramai, cuaca cerah, dan kendaraan melaju dengan tenang. Di tengah perjalanan, tanpa sadar saya beberapa kali melihat spion. Awalnya biasa saja. Memastikan kendaraan di belakang aman, melihat situasi sekitar, lalu kembali fokus ke depan.

       Namun kemudian saya berpikir, betapa anehnya jika seseorang mengemudi sambil terus-menerus menatap spion. Mungkin ia masih memikirkan kendaraan yang tadi menyalipnya. Mungkin ia khawatir ada sesuatu yang tertinggal. Mungkin ia merasa ada yang belum selesai di belakang sana.

Apa yang terjadi jika itu dilakukan terlalu lama?

Perjalanan menjadi tidak nyaman. Laju kendaraan melambat. Konsentrasi terpecah. Bahkan jalan di depan yang sebenarnya terbuka dan aman bisa terasa menegangkan.

Entah mengapa, saya merasa hidup sering kali mirip seperti itu.

Ada masa ketika saya terlalu sering melihat ke belakang. Mengingat keputusan yang rasanya bisa dibuat lebih baik. Mengingat kesempatan yang terlewat. Mengingat orang-orang yang sudah tidak lagi berjalan bersama. Ada juga saat-saat bertanya dalam hati, "Seandainya dulu begitu, mungkin hari ini akan berbeda."

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak selalu salah. Kadang memang ada pelajaran yang perlu dipetik. Kadang ada hikmah yang baru terlihat setelah waktu berlalu.

Tetapi pagi itu saya menyadari sesuatu.

Spion dibuat untuk dilihat, bukan untuk ditatap sepanjang perjalanan.

Masa lalu juga demikian.

Ia menyimpan pelajaran, kenangan, dan mungkin sedikit penyesalan. Namun hidup tidak meminta kita menetap di sana. Hidup tetap bergerak. Waktu tetap berjalan. Matahari tetap terbit setiap pagi, seolah mengingatkan bahwa selalu ada bagian perjalanan yang menunggu untuk dijalani.

Saya tersenyum sendiri ketika menyadari bahwa banyak kegelisahan ternyata lahir bukan karena hidup sedang buruk-buruk saja. Kadang kegelisahan muncul karena saya terlalu lama memperhatikan apa yang sudah lewat, sampai lupa menikmati apa yang masih ada.

         Padahal hari ini masih menyimpan banyak hal yang layak disyukuri.

Masih ada langkah yang bisa ditempuh. Masih ada pekerjaan yang bisa dilakukan dengan baik. Masih ada orang-orang yang bisa disapa. Masih ada kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan berbuat manfaat.

Sejak saat itu saya mencoba mengingat satu hal sederhana.

Lihatlah spion secukupnya.

Ambil pelajarannya. Hargai kenangannya. Terima penyesalannya.

Lalu kembalilah melihat jalan di depan.

Karena sejauh apa pun perjalanan yang sudah berlalu, hidup selalu dijalani ke arah depan.

 

#isnurin bonowiyati

#productifity specialist

#Ardhana Training dan Outbound , Outing


Bagikan postingan ini
Hubungi Kami Via Whatsapp