Jalan Perumnas No.7 Condongcatur Depok, Sleman, Yogyakarta

081 226 888 844

Silakan Duduk, Tapi Jangan Cuma Ngomong!


Saatnya Review Gaya Komunikasimu!
Pernah nggak, kamu bilang “silakan duduk” ke tamu, tapi tanganmu sibuk cari file dan matamu masih mantengin layar?
Atau ngobrol sama rekan kerja, kamu semangat cerita masalahmu tapi nggak sadar mereka udah ngelirik jam tiga kali?
Nah, ini nih contoh kecil kebiasaan komunikasi yang seolah-olah ‘berjalan’, padahal cuma ‘mengalir’ tanpa kesan.
Komunikasi yang kita lakukan seringkali hanya sebatas mengirim pesan, tapi lupa menciptakan kesan. Kita asal-asalan dengan bahasa tubuh, seolah fisik hadir tapi hati absen. Kita terus bicara, tanpa jeda untuk mendengar dan bertanya. Kita mengoreksi, bukan memahami. Kita hanya bertukar kata, tapi tidak bertukar rasa.
Akibatnya?
Komunikasi yang mestinya jadi jembatan malah berubah jadi jebakan.
Dalam organisasi, keluarga, bahkan pertemanan—salah paham makin sering terjadi. Hubungan jadi kaku, budaya jadi ruwet.
Padahal komunikasi itu bukan alat pemadam kebakaran yang baru dicari pas kapal keburu terbakar.
Bukan juga lem penambal saat kapal udah bocor di mana-mana.
💡 Komunikasi terbaik adalah sistem yang hidup dalam diri kita.
Bukan sekadar kemampuan ngomong, tapi kebiasaan untuk hadir, mengerti, memberi ruang, dan menciptakan rasa nyaman.
Coba mulai dari 5 hal simpel ini:
1.    Sodorkan kursi, bukan cuma bilang “silakan duduk”.
2.    Postur tubuh tegak, mata terbuka ramah, bukan menyipit karena capek atau sibuk mikir utang.
3.    Tanya dulu, baru cerita. Memberi ruang orang lain berbicara itu tanda kamu menghargai.
4.    Latih listening skill – pahami dulu sebelum komentar, bukan langsung jawab pakai “tapi kan…”
5.    Latih semua itu ke diri sendiri dulu, bukan ke orang lain. Pahami dirimu, baru bisa memahami budaya komunikasi orang lain.
Once upon a time….
Dialog lucu di kantor:
Rina: “Pak, ini file-nya…”
Pak Budi (sambil ngetik): “Iya, taruh aja.”
Rina: “Tapi ini file salah kirim, buat klien yang lain.”
Pak Budi: “Hah? Loh, kamu ngomong apa tadi?”
Terlambat, file-nya sudah terkirim ke bos besar. Padahal bisa dicegah kalau mendengar sejak awal.

Komunikasi yang membuat orang mau “menyapu tanpa disuruh” itu bukan sulap. Tapi seni menciptakan kondisi yang membuat orang lain rela bergerak karena rasa dihargai dan dipahami. Bukan karena disuruh, tapi karena ikut merasa penting.
Mau komunikasi kayak gitu? Yuk ikut training bersama Isnurin Bonowiyati dari Ardhana!
Di sini, kita nggak cuma belajar ngomong, tapi juga mengenali tubuh, rasa, dan tujuan dari setiap kata yang kita pilih.
Jangan nunggu hubungan rusak, kantor ribut, atau partner kerja males dengerin kamu.
Mulai sekarang, komunikasi itu bukan cuma kata-kata, tapi juga sikap, rasa, dan tujuan.
Selamat berkomunikasi dengan lebih sadar.
Karena dunia butuh lebih banyak orang yang bicara untuk mengerti, bukan untuk menang sendiri.

Kalau kamu suka artikel ini dan merasa “ih aku banget”, tandanya kamu butuh upgrade cara komunikasi bareng Ardhana. Yuk, kita ngobrol lebih dalam tentang skill komunikasi yang bikin hidup lebih efektif dan… bahagia!
#Ardhana Training dan Outing
#Training Komunikasi Efektif 
#Capacity Building 
#Layanan Prima adalah bentuk cinta
#productivity Specialist
#isnurin bonowiyati


Bagikan postingan ini
Hubungi Kami Via Whatsapp