Jalan Perumnas No.7 Condongcatur Depok, Sleman, Yogyakarta

081 226 888 844

Stop Habit ini dan Ganti Habit itu . HARI INI JUGA


Stop Habit ini  dan Ganti Habit itu . HARI INI JUGA

(lanjutan artikel  character Building)

 

Ada momen diam yang tidak bisa dijelaskan. Saat dzikir pelan-pelan mengalir, bukan hanya lisan yang bergerak, tapi ingatan ikut terbuka. Tiba-tiba muncul potongan-potongan diri yang lama. Dulu pernah peduli. Pernah disiplin. Pernah benar-benar mendengarkan. Pernah punya inisiatif tanpa disuruh.

Berarti bukan tidak punya. Hanya… sempat hilang arah.

Di situ rasanya campur. Ada hangat karena pernah punya, tapi juga perih karena menyadari sudah menjauh. Dan saat dzikir itu benar-benar karena Allah semata, yang muncul bukan pembelaan. Tapi penyesalan. Taubat yang jujur. Bukan menyalahkan keadaan, bukan juga menyalahkan orang lain.

Karena kalau jujur, hidup ini memang penuh persimpangan.

Memilih keyakinan.

Memilih pekerjaan.

Memilih pasangan.

Memilih sikap terhadap orang tua… atau anak sendiri.

Dan di setiap persimpangan itu, kita tidak hanya memilih arah hidup. Kita juga sedang membentuk karakter. Pilihan-pilihan itu pelan-pelan seperti “menyetel ulang” cara kita merespon. Lama-lama, tanpa sadar, kita jadi lebih cuek. Lebih defensif. Lebih menahan diri untuk peduli. Atau justru terlalu lelah untuk berinisiatif.

Seolah-olah… hidup yang kita pilih jadi alasan kenapa kita berubah. Padahal, kalau dipikir lagi, itu bukan alasan. Itu hanya proses yang belum kita sadari sepenuhnya. Dan di titik ini, rasanya sudah tidak perlu lagi membela diri dengan kalimat: “saya begini karena keadaan.”

Karena kalau terus seperti itu, kita sedang membiarkan diri kita kehilangan kendali.

Justru di sinilah medan perang yang sebenarnya.

Bukan di luar. Tapi di dalam. Perang kecil, tapi menentukan:

•            Stop bilang “ah cuma 5 menit.”

•            Stop merasa “ini bukan tugas saya.”

•            Stop menyela pembicaraan orang lain

•            Stop bilang “ntar saja nunggu disuruh

•            Stop “membiarkan listrik nyala pas ruangan kosong “

Bukan berhenti di teori. Ini latihan emosi.

Karena setiap kali kita menahan diri untuk tidak ngeles, di situ emosi kita sedang dibentuk. Setiap kali kita memilih untuk peduli, padahal lagi capek, di situ karakter kita sedang dibangun. Setiap kali kita tetap disiplin walau tidak ada yang lihat, di situ integritas kita sedang diuji.

Jadi sebenarnya, emosi dan karakter itu tidak berdiri sendiri.

Emosi adalah pintu masuknya.

Karakter adalah hasil akhirnya.

Kalau emosi kita selalu lari, karakter kita akan rapuh.

Kalau emosi kita dilatih untuk tetap hadir, karakter kita akan kuat.

Tidak peduli di usia berapa.

Tidak peduli sedang di fase kesepian, marah, atau penuh kekhawatiran.

Selalu ada ruang untuk memilih ulang.

Dan mungkin tidak perlu langsung sempurna.

Cukup berhenti dari pola lama yang kita tahu sudah tidak sehat.

Karena sesal memang tidak pernah datang di awal.

Tapi juga tidak harus menunggu semuanya terlambat.

Hari ini pun bisa jadi titik balik. Janji kecil dalam hati, yang benar-benar ingin dijaga.

Mendesain ulang diri, bukan dengan tekanan… tapi dengan kesadaran.

Bahkan dalam satu hari, sangat mungkin kita mulai terlihat berbeda. Lebih tenang. Lebih hadir. Lebih jujur pada diri sendiri. Dan itu sudah cukup untuk disebut sedang berjalan menuju taat dan tawakal. InsyaAllah.

Kalau lelah, istirahatlah.

Memang malam diciptakan untuk berhenti sejenak.

Kalau masih terasa berat, tidak apa-apa.

Tidak semua harus diselesaikan hari ini.

Lewati saja… tapi dengan sadar.

Karena di ujung rasa gelap itu, selalu ada cahaya kecil yang pelan-pelan muncul dari dalam hati. Dan anehnya, di saat yang sama, selalu ada kemudahan yang Allah titipkan di dekat kita.

Mungkin bukan untuk langsung menyelesaikan semuanya.

Tapi cukup untuk membuat kita bertahan… dan memilih kembali.

Memilih jadi diri yang dulu pernah kita banggakan.

 

BERANI STOP INI , BERANI  GANTI ITU adalah ihtiar membangun karakter  sekaligu menemukan diri anda yang otentik.

 

#isnurin bonowiyati

#Productivity Specialist

#Coomingsoon Training Ardhana

#Ardhana Out bound

#Ardhana EO Jogjakarta


Bagikan postingan ini
Hubungi Kami Via Whatsapp